Senin, 06 Agustus 2007

Lokasi Pemandian lembah anai, Sumatera Barat













Demi Kejayaan


Ku hirup segarnya udara pagi
Terucap kata..............
Inilah jalan hidup dan masa depan ku
Tertanam niat...............
untuk selalu berjuang
demi kejayaan........

Hari berganti hari..........
Minggu menapak bulan
dan berganti tahun.........
Hujan badai kuterjang
Siang berlalu berganti malam...........
Rutinitasku tetap berjalan......................
Curahan loyalitasku untuk kejayaan..........................................................

Kulangkahkan kaki menapak jalan,
Dikiri gunung dikanang jurang
Didepanpun kabut mulai menghadang..........................................
Jalan yan terang mulai
kabur.......................................
Hatikupun menjerit,
KENAPA KETIDAK PASTIAN INI DATANG MENJELMA????

Kutatap jalan yang mulai memudar
kucoba jawab semua tantangan
tapi...............................................

Semuanya masih buntu.

Apakah ini salah ku ????????????
Atau salah orang - orang yang disana ???????????
Ataukan suratan takdir yang harus kuterima...........????
HARUSKAN AKU MENYERAH.........????

TIDAK ..........................................

Inilah kenyataan yang harus dilalui
Hidup harus berjuang............
Bukan berarti SIKUT KIRI SIKUT KANAN
INJAK BAWAH JILAT ATAS
(munafik, penjilat, muka tebal dan apapun namanya)

WAHAI PENGUASA ......................!!!!!!!!!!!!!
Dengar dan dengarlah, jeritan Rakyatmu
Isak tangis istri dan anaknya yang meminta makan.............
dan setiap bulan harus mengubur impian
karena hanya sanggup tutup lobang timbun lobang.

Namun .................................
Akukan tetap berjuang...............
berjuang dan berjuang....!!!!
Demi niatku yang tulus
Demi pengabdian dan loyalitasku.....
Demi tercapainya kejayaan...

Namun Batinku kembali bertanya........................................

SAMPAI KAPAN NIATKU YANG TULUS
SERTA PENGABDIAN DAN LOYALITASKU INI BERMAKNA ????????

medio agustus




Tidak ada komentar: